Sabtu, 16 September 2017

ads

Ditinggal Jaga Kerja Malam Dihotel Bini Diserobot Tetangga



Ditinggal Jaga Kerja Malam Dihotel Bini Diserobot Tetangga

Cerita si Om  -  SEBAGAI penjaga malam di hotel, tiap malam Wakijo, 41, jarang tidur di rumah. Tapi celaka tigabelas, di kala dia tak tidur di rumah tersebut, istrinya Marwani, 35, malah ditiduri lelaki tetangga, Sarwoto, 37. Wakijo baru sadar kelakuan istrinya, ketika pergoki sendiri Marwani tidur berdua dengan Sarwoto di kamar.

Untuk menambah pemasukan, banyak suami yang kerja rangkap. Siang kerja kerja petani, malam jadi penjaga malam. Otomatis lelaki model demikian jarang tidur di rumah. Kalau pun ada rumah paling-paling acaranya tidur belaka, sehingga bini bisa “terlantar” karenanya. Kedinginan setiap malam, tapi tak bisa disiasati dengan selimut tebal rankap tiga.
Sebagai daerah pegunungan, Wonosari Gunung Kidul lumayan dingin. Lebih-lebih buat Ny. Marwani. Rasa dingin itu menjadi multi dimensi. Ya dingin karena cuaca, ya ingin karena jarang dikeloni suami. Soalnya ya itu tadi, suaminya ini bekerja sebagai penjaga malam di hotel. Jadi jarang tidur di rumah.
Adalah Sarwoto, seorang PNS yang tinggal tak jauh dari rumah pasangan Marwani – Wakijo ini. Diam-diam dia selalu mengamati kondisi rumahtangga tetangganya itu. Alangkah kasiannya Ny. Marwani ini, setiap malam ditinggal sendirian di rumah. “Kalau ada peluang, aku juga mau kok menemani,” kata batin Sarwoto.
Kok berani-beraninya jadi dobatir permesuman. Sebab memang cucuk (seimbang). Marwani wajahnya biasa saja, tapi bodinya meck…….sekel nan cemekel. Buat daerah Wonosari yang berhawa dingin, cocok sekali Marwani nggo tamba adhem (pengobat dingin). Jika ada bini Wakijo di sampingnya, hidup ini menjadi penuh makna. Paling tidak untuk menggapai surga dunia.
Husy! Bini orang kok diomongin seperti itu. Habisnya, yang empunya bini saja tidak ngurus, sebagai tetangga apa salahnya ikut ngurus? “Ngurus” bini macam Marwani, bagi Sarwoto, jan tanja temenan (banyak manfaat). “Alah, teori. Kalau berani, coba digerumut sana.” Kata setan meledek setengah menyemangati. Namanya juga setan.
Ternyata prediksi Sarwoto tidak salah-salah amat. Faktanya memang begitulah, artinya Marwani memang kurang begituan bersama suami. Terbukti ketika lelaki PNS itu mencoba mendekati, sepertinya Marwani memberi peluang. Sekedar contoh, ketika tangan tetangga itu mulai nggrathil (iseng) mencolek-colek, dia tak menepiskannya dengan kasar. Tangan Sarwoto diangkat dengan pelan seraya berkata, “Jangan begitu ah!”
Bagi Sarwoto, itu artinya peluang untuk begituan memang terbuka. Maka benar saja, lain hari malam-malam kembali oknum PNS itu menyatroni rumah Marwani. Dan apa yang sangat diharapkan itu terjadilah. Dia memberikan kehangatan malam yang sangat didambakan Marwani. Keduanya sama-sama puas, sama-sama berkeringat.
Lain waktu aksi mesum itu menjadi rutinitas. Artinya, setiap situasinya mantap terkendali pasti Sarwoto mengencani Marwani, bak istri sendiri. Tapi karena terlalu sering, tingkat kehati-hatian dan kewaspadaan itu jadi mengendor. Bagaimana tidak, habis mengencani bini tetangga bukannya langsung pulang, tapi malah tidur di situ pula, melepas lelah.
Beberapa hari lalu Wakijo pulang jaga malam lebih cepat. Biasanya pukul 05.00, kini pukul 03.00 sudah sampai di rumah. Alangkah kagetnya begitu masuk kamar ada lelaki lain tidur bersama istrinya. Langsung saja dia panggil tetangga, untuk menyaksikan kelakuan istrinya. Warga hampir saja emosi. Untung polisi segera tiba, sehingga Sarwoto sambil ucek-ucek mata langsung digelandang ke Polres Wonosari. Kenapa kok beran-beraninya tidur bersama istri orang?
Di rumah nggak ada tempat tidur, ngkali.
loading...
Share:

0 komentar:

Posting Komentar